Masih (Merasa) Muda dan Mau Sukses? Baca Apa yang Pengusaha Sukses Ini Lakukan Ketika Masih Belia

Hai brooo,  para creativpreneur dan para pemuda atau yang masih merasa muda se-Indonesia……hehe 😀

Kalo kita liat list dari Fortune 500, pasti kita akan menemukan daftar orang-orang terkaya di dunia. Kadang saya dan mungkin kalian juga penasaran, gimana sih masa lalu mereka? Apa yang mereka lakukan ketika masih muda hingga bisa sukses seperti sekarang? Yah seenggak-enggaknya bisa sedikit jadi pedoman kita-kita ini yang baru memulai merintis usaha di usia 20an.
Beberapa dari mereka bisa sukses di awal 20an, tapi ada juga yang butuh waktu agak lama, tapi yang jelas kita dapat lihat dari mereka, tidak satupun cara atau formula yang benar-benar sama yang bisa dipakai untuk mendapatkan kesuksesan, karena setiap orang memiliki masalah dan jalan hidup yang berbeda. Disini saya akan membahas masa muda 12 orang sukses tersebut.
Okay c’mon let’s check it out!

Inilah beberapa pengusaha tersebut :

  1. Donald Trump

    wpid-img_20151117_092710.jpgBelakangan ini kita mungkin pernah beberapa kali membaca di media tentang salah seorang anggota DPR yang menghadiri kampanye calon presiden USA, Donald Trump. Nah, Trump sendiri sebenarnya bukan berlatar belakang birokrat ataupun politisi. Ia adalah seorang pengusaha properti, yang saat ini menjadi kandidat presiden dari partai Republik. Trump juga terkenal dari serial The Apprentice yang ditayangkan di NBC. Sejatinya ia mewarisi perusahaan ayahnya yang bernama Elizabeth Trump & Son. Pada masa kanak-kanaknya ia besar di lingkungan keluarga yang kaya. Namun ia mendapat pelajaran yang sangat berharga tentang uang, dimana ayahnya waktu itu menyuruh Trump untuk mengumpulkan kaleng soda bekas di area konstruksi bangunan ayahnya untuk dapat ditukar dengan uang. Ketika kuliah ia mengambil jurusan yang berspesialisasi di bidang real estate di Wharton School of the University of Pennsylvania. Ia sudah mulai bekerja sejak masih kuliah. Proyek real estate pertamanya adalah revitalisasi komplek apartemen Swifton Village. Setelah ditangani oleh Trump, tingkat okupansi yang tadinya hanya 34% melonjak sampai 100%. Semula ayahnya yang membeli apartemen tersebut seharga 5 juta dollar, setelah direvitalisasi Trump dijual lagi dengan harga 6,75 juta dollar. Mantap kan guys! Seengak-enggaknya meskipun sudah terlahir sebagai anak orang kaya, Trump tetap belajar dari orangtuanya bahwa untuk mendapatkan uang itu butuh kerja keras, karena kesuksesan tidak datang dalam semalam, gak gampang dan instan.

  2. Elon Musk

    wpid-img_20151117_092746.jpgElon Musk terkenal sebagai pengusaha yang bergerak di bidang teknologi masa depan. Ia adalah pemilik perusahaan SpaceX, salah satu co-founder Tesla, Zip2 dan Paypal. Ia lulus S1 dari dua jurusan yang berbeda, yakni sarjana ekonomi dan sarjana fisika dari Wharton School of University of Pennsylvania. Saat masih kuliah, Musk pernah berbisnis klab malam. Ia dan temannya membeli sebuah asrama yang dijadikannya tempat untuk menggelar event-event di klabnya tersebut. Kemudian ia melanjutkan Ph.D di Stanford University namun tak lama kemudian ia memutuskan untuk drop out. Pada saat itu ia masih berusia 24 tahun. Ia membangun startup pertamanya yaitu Zip2. Beberapa tahun kemudian Compaq membeli perusahaan itu senilai $307 juta dan uangnya ia gunakan untuk membentuk sebuah perusahaan internet banking yakni X.com. Pada perkembangannya, perusahaan ini merger dengan PayPal dan seluruh aktivitas perusahaan X.com dialihkan untuk fokus ke PayPal.

  3. Erik Schmidt

    wpid-img_20151117_092828.jpgEric Schmidt muda banyak menghabiskan musim panasnya dengan di lab Xerox yang membantu menciptakan komputer seperti bentuk yang kita kenal sekarang. CEO Google ini mendapatkan gelar Master dan Ph.D nya ketika umur 27 tahun di bidang networking computer dan pengembangan perangkat lunak. Pada usia ini pula ia bekerja untuk Sun Microsystems dengan jabatan sebagai manajer perangkat lunak pertama yang dimiliki perusahaan tersebut. Karirnya yang gemilang membuat jabatannya naik ke direktur software engineering, lalu VP & GM untuk divisi software products, kemudian VP general systems group, dan puncak karirnya di Sun adalah menjadi Presiden perusahaan. Schmidt telah membuktikan bahwa tidak hanya orang dengan background sales dan marketing saja yang selalu bisa sukses menjadi CEO, bahkan orang yang berlatar belakang dari teknik pun bisa. Kalo Schmidt bisa, kamupun pasti bisa brooo!

  4. Jeff Bezos

    wpid-img_20151117_092856.jpgJeff Bezos adalah founder dari Amazon.com. Dia merupakan seorang wirausahawan sekaligus investor. Masa kecilnya dikenal sebagai anak yang mempunyai ketertarikan kepada teknologi dan sains. Dia sering membantu kakeknya dalam memasang instalasi pipa di peternakannya di Texas, memperbaiki kincir angin, dan membuat sebuah alarm agar tidak ada sepupunya yang masuk ke kamarnya. Pada umur 24 Jeff Bezos bekerja di Wall Street di bidang ilmu komputer. Setelah itu ia bekerja di Fitel menangani jaringan komputer untuk perdagangan internasional di perusahaan tersebut, kemudian ia pindah ke perusahaan Bankers Trust. Dia mengembangkan software untuk perbankan di kantor tersebut. Dua tahun kemudian dia menjadi vice president termuda di perusahaan itu. Pada usia 30 tahun ia membentuk startup yang diberi nama Amazon. Ia menulis business plan sepanjang perjalanannya dari New York ke Seattle. Waktu itu Bezos telah meninggalkan zona nyaman dan pekerjaan mapannya di New York karena dia tahu bahwa internet suatu saat akan bertumbuh dengan pesat dan ia merasa yakin bisa meraup kesuksesan dari situ. Amazon pada awalnya hanya menjual buku-buku saja, kemudian berkembang pesat menjadi e-commerce ritel yang menjual segala jenis barang. Ayooo, siapa yang masih bertahan di zona nyaman? Tanpa mencoba 100% gagal, tapi kalo kamu berani mencoba peluang baru, probabilitas kegagalan itu berkurang 50%. Loh kok bisa? Iya bisa dong karena 50% sisanya adalah probabilitas kesuksesan. Kalo kamu optimis punya peluang sukses, move on aja guys!

  5. Larry Ellison

    wpid-img_20151117_092920.jpgLarry Ellison adalah CEO Oracle. Dia adalah pengusaha, investor dan sekaligus filantropis. Lahir di New York namun dibesarkan di Chicago. Ellison mengambil kuliah di University of Illinois at Urbana Champaign dan University of Chicago, namun tidak pernah diselesaikannya. Di University of Chicago inilah Ellison belajar tentang computer design. Ia pun pernah menjadi seorang programmer. Ellison sangat terinspirasi dengan karya ilmiah Edgar F. Codd tentang hubungan sistem basis data komputer dengan judul “A Relational Model of Data for Large Shared Data Banks”. Karya ilmiah inilah yang menginspirasinya dalam memulai wirausaha di bidang database komputer.  Setelah pindah ke Berkeley, California pada umur 22, dia menghabiskan 8 tahun berikutnya dari pekerjaan yang sifatnya teknis sampai ke pekerjaan di Wells Fargo, Fireman’s Fund, dan AMPEX, sampai pada akhirnya berlabuh di Amdahl Corporation dimana dia membuat sistem mainframe yang kompatibel dengan sistem IBM. Pada saat masih bekerja di Ampex, Ellison membuat sebuah database untuk CIA yang ia beri nama Oracle. Beberapa tahun kemudian pada usia 33 tahun (waktu itu tahun 1977), ia mendirikan Software Development Laboratories (SDL) dengan dua orang temannya. Pada tahun 1982. Ellison secara resmi mengubah nama SDL menjadi Oracle System Corporations. Era 90an merupakan era persaingan sengit Oracle dengan beberapa perusahaan sejenis seperti Informix, IBM dan Sybase. Sybase dan Informix akhirnya kalah bersaing dan diakuisisi oleh perusahaan lain, namun Oracle dan IBM masih terus eksis sampai saat ini.

  6. Marissa Meyer

    wpid-img_20151117_092941.jpgMarissa Meyer saat ini adalah CEO sekaligus presiden Yahoo. Meyer adalah siswa yang berprestasi saat SMA. Ia mendapat nilai terbaik di pelajaran biologi, kalkulus, kimia dan fisika. Saat itu pula ia aktif di organisasi dan menjadi ketua di salah satu ekstrakurikuler yang diikutinya. Meyer juga menyambi kerja sebagai pegawai toko sayuran pada saat itu. Meyer kuliah di Stanford University mengambil jurusan ilmu bedah syaraf anak, namun sejalan dengan waktu ia berpindah jurusan ke Symbolic Systems. Jurusan ini berfokus pada keilmuan pikiran, menggabungkan berbagai disiplin ilmu menjadi satu, yakni antara lain ilmu komputer, bahasa, filsafat dan psikologi. Pada saat kuliah Meyer aktif di organisasi balet, organisasi kemahasiswaan, menjadi sukarelawan di rumah sakit anak, dan mengajar komputer di Bermuda Schools. Meyer lulus dari Stanford dengan gelar Sarjana Sains pada tahun 1997, dan pada tahun 1999 ia juga mendapat gelar Magister Sains dengan fokus ke ilmu komputer. Ia memegang beberapa paten di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan interface design. Hebatnya lagi, begitu lulus dari Stanford, banyak tawaran kerja bergengsi menghampirinya, diantaranya adalah mengajar di Carnegie Mellon University dan konsultan di McKinsey. Ia pernah menjadi pegawai Google bernomor 20. Dia menjadi pegawai di Google pada umur 24 tahun dan menjadi engineer wanita pertama di sana. Di Google, Meyer terkenal dengan ketelitiannya pada detail yang akhirnya membawa karirnya naik menjadi Manajer Produk dan kemudian Vice President di bidang Search Products dan User Experiences. Jikalau anda sering menikmati produk-produk Google seperti Google Search, Google Images, Google News, Google Maps, Google Books, Google Product Search, Google Toolbar, iGoogle, dan Gmail, maka itu adalah buah karya tangan dingin Meyer dan timnya. Dia bekerja di Google selama 13 tahun kemudian pindah ke Yahoo menjabat sebagai CEO. Kalo kamu masih sekolah atau kuliah, jangan pernah gak ikut ekskul. Karena dari situ skill networking dan leadership bakal ditempa. Percayalah yang tadinya kamu malu-malu kucing (a.k.a anak pemalu), habis ikut ekskul pasti rasa pedemu meningkat. Manfaatin skill-skill ini buat nyari kerja atau berwirausaha.

  7. Mark Cuban

    wpid-img_20151117_093004.jpgMark Cuban terkenal sebagai seorang pebisnis dan memiliki sebuah klub basket Dallas Mavericks. Cuban mulai berbisnis pada usia 12 tahun dimana dia menjual kantong sampah untuk kemudian dibelikan sebuah sepatu basket. Ia juga menjadi tukang koran pada usia 16 tahun. Sewaktu Cuban SMA, dia menyambi kerja sebagai bartender, instruktur dansa disko dan promotor acara pesta. Cuban kuliah di University of Pittsburgh kemudian pindah ke Indiana University. Pada usia 25 tahun dia lulus dari Indiana University dan pindah ke Dallas. Dia memulai karir sebagai bartender dan sales software untuk PC. Tak sampai setahun sebagai sales, Cuban dipecat karena ketahuan tidak membuka toko dan malah membicarakan bisnis baru dengan pelanggannya. Cuban mendirikan sebuah perusahaan bernama MicroSolutions yang bergerak di bidang system integrator dan reseller perangkat lunak. Tahun 1990 saat usianya 32 tahun ia menjual perusahaan tersebut ke CompuServe. Bisnis Cuban selanjutnya semakin menggurita tatkala ia berpartner dengan Todd Wagner, sesama alumni Indiana University. Mereka meluncurkan Audionet dan Broadcast.com, selain itu mereka juga mengakuisisi Landmark Theatres dan membuat sebuah perusahaan jaringan televisi satelit pertama berdefinisi tinggi (high-definition), AXS TV.

  8. Mark Zuckerberg

    wpid-img_20151117_093027.jpgZuckerberg adalah salah satu co-Founder dari Facebook.com dan saat ini menjabat sebagai CEO Facebook. Zuck bersama dengan teman-temannya di Harvard University, yakni Dustin Moskovitz, Andrew Mccollum, Eduardo Saverin, dan Chris Hughes bekerjasama dalam mengelola situs pertemanan ini dari kamar asrama mereka di Harvard. Pada perkembangan selanjutnya Zuck memindahkan operasional perusahaannya ke California. Ia mendapat banyak tawaran bantuan investasi dari perusahaan-perusahaan besar, namun ia tolak semua karena ia merasa sebuah perusahaan media yang menyediakan kebebasan informasi dan berpendapat, tidak cocok jika dimiliki oleh sebuah konglomerasi.  Pada tahun 2007 saat Zuck berusia 23, ia sudah menjadi milyuner karena waktu itu Facebook telah sukses. Semenjak masih kuliah, Zuck telah bekerja keras untuk membesarkan Facebook selama 5 tahun sampai ia berusia 25, dan pada saat itu di tahun 2009 pertama kalinya Facebook menghasilkan profit.

  9. Richard Branson

    wpid-img_20151117_093056.jpgRichard Branson adalah CEO dari Virgin Group yang membawahi sekitar 400 perusahaan. Sewaktu masih kecil, Branson mengidap disleksia sehingga membuatnya lambat dalam menyerap pelajaran di sekolah. Kepala sekolahnya bahkan memprediksikan bahwa Branson kelak akan menjadi entah seorang penjahat atau seorang milyuner. Pada umur 20, ia membuka usaha rekaman pertamanya di Oxford Street, selanjutnya pada usia 22 ia membuka studio musik dan berbekal keuntungan dari studio musik itu, Branson merintis label rekamannya pada umur 23 tahun dengan nama Virgin Records dan membeli sebuah perumahan di sebelah utara Oxford yang digunakannya untuk membangun studio rekaman. Ketika umur 30 tahun, usahanya sudah merambah seluruh dunia. Penggunaan nama Virgin untuk perusahaannya adalah ide dari karyawannya karena pada saat itu mereka semua termasuk Branson masih terhitung baru di dunia bisnis rekaman. Selanjutnya adalah sejarah, dia banyak membuat perusahaan dan kebanyakan dari perusahaan tersebut sukses. Seperti Virgin Atlantic, Virgin Airways, dan Virgin Galactic yang membawa penumpang berwisata ke luar angkasa.

  10. Sheryl Sandberg

    wpid-img_20151117_093118.jpgSheryl Sandberg adalah seorang top eksekutif, aktivis dan penulis buku. Sandberg lulus S1 dari Harvard dengan predikat summa cum laude dan mendapatkan gelar master pertamanya dari Harvard Business School dengan nilai tertinggi. Kemudian setelah lulus, ia bekerja di World Bank di bawah pimpinan Larry Summers yang kelak juga akan menjadi Treasury Secretary di USA. Pada tahun 1995 ia kembali ke Harvard untuk mendapatkan titel MBA. Ia adalah COO dari Facebook dan menjadi board director perempuan pertama di Facebook.  Sebelum menjadi COO Facebook, Sandberg adalah Vice President dari Google khusus bidang Global Online Sales and Operations. Bergabungnya Sandberg dengan Facebook waktu itu dikarenakan pertemuannya dengan Zuckerberg di sebuah perayaan Natal. Waktu itu Zuck tidak sedang mencari COO baru, namun setelah bertemu dengan Sandberg ia merasa bahwa Sandberg adalah orang yang potensial untuk menduduki jabatan COO. Pertemuan mereka berlanjut di World Economic Forum di Davos, Swiss, dan pada akhirnya Sandberg resmi menjabat sebagai COO di Facebook. Sandberg juga pernah menjadi pegawai pemerintah di Secretary of Treasury USA. Juga pada usia 26 tahun pernah bekerja sebagai konsultan manajemen di McKinsey & Company. Buku yang pernah dikarangnya yakni  Lean In: Women, Work, and the Will to Lead dimana banyak membahas tentang peranan wanita dalam bisnis, kepemimpinan, dan feminisme. Selain pernah menjabat di Google dan Facebook, Sandberg tercatat pernah menjadi direksi di Walt Disney dan Starbucks.

  11. Steve Jobs

    wpid-img_20151117_093149.jpgTidak diragukan lagi, produk-produk Apple yang kita nikmati sekarang ini adalah hasil pemikiran brilian salah satu dari pendiri Apple, yakni Steve Jobs. Jobs, lahir dan besar di era 1960an. Ia besar di lingkungan keluarga teknisi dan insinyur. Ayah angkatnya adalah seorang teknisi listrik dan mesin, dan banyak pula tetangganya yang berprofesi serupa, sehingga sejak kecil Jobs sudah akrab dengan dunia elektronik dan mekanikal. Tahun 1967 keluarga Jobs pindah ke Palo Alto, California. Disini Jobs berkenalan dengan pemuda yang juga gemar komputer dan elektronika, Steve Wozniak, yang kelak akan ikut berpartisipasi dalam mendirikan Apple dan merancang komputer. Jobs mengambil kuliah di Reed College, namun drop out. Tahun 1976, saat Jobs berusia 21 tahun, ia bersama Woz dan Ronald Wayne membentuk Apple Computers di garasi rumahnya. Dan pada usia 22 tahun Jobs dan Woz memperkenalkan Apple 2 dimana ini menjadi produk mikrokomputer pertama yang laris di pasaran. Pada hari pertama melantai di bursa, Apple membukukan market value sebesar 1,2 milyar dollar. Jobs pernah mengatakan pada biografernya, Walter Isaacson, bahwa ia berjanji pada dirinya bahwa ia tidak akan membiarkan uang mengacaukan hidupnya.

  12. Warren Buffett

    wpid-img_20151117_093227.jpgSalah satu investor tersukses di dunia, Buffett adalah salesman investasi saham. Penghasilan bersihnya mencapai 63 milyar dollar, namun ia adalah seseorang yang hidup sederhana. Buffett kecil sudah menunjukkan ketertarikan pada dunia bisnis dan investasi. Ia pernah berjualan permen karet, kaleng Coca Cola dan majalah secara door to door. Pada usia 10 tahun ia pernah berkunjung ke Bursa Saham New York, dan pada usia 11 tahun ia membeli saham perdananya. Usia 15 tahun ia mendapat $175 dari mengirim koran Washington Post ke pelanggannya. Pada tahun-tahun tersebut ia sudah bisa membeli tanah dengan menggunakan uang hasil jerih payahnya sebesar $1200. Saat lulus kuliah ia sudah punya harta senilai $90.000 jika dikurskan menggunakan dollar rate tahun 2009. Buffett mengenyam pendidikan kuliah S1 di University of Nebraska. Sempat juga ia gagal lolos ke Harvard saat mendaftar untuk S2. Pada awal usia 20an, ia bekerja sebagai salesman investasi di Buffett-Falk and Co di Omaha sebelum pindah ke New York sebagai analis sekuritas di usia 26. Pada tahun itu pula dia mendirikan Buffett Partnership Ltd, sebuah perusahaan rekanan investasi di Omaha. Belajar dari Buffett sudah seharusnya sejak muda kita disiplin dalam mengatur uang, kurangi senang-senang, dan hidup sesederhana mungkin seberapapun besar pendapatanmu. Lebih baik kerja keras di masa muda sehingga ketika sudah tua kita bisa tersenyum bersantai di teras sambil main-main dengan anak dan cucu. Simpan saja kesulitan hidupmu saat ini dan ceritakan nanti ketika kamu sudah sukses guys.

Wokeey guys, itulah sekelumit kisah hidup 12 orang sukses ketika mereka dulu masih muda. Memang jalan hidup mereka berbeda-beda, namun jika ditelisik lebih lanjut ada beberapa kesamaan karakter. Mereka adalah tipikal pekerja keras, optimis, pantang menyerah meski hidup seperti jungkir balik, berani hidup susah dan sederhana. Oke mudah-mudahan artikel ini bisa menginspirasi para anak muda  untuk belajar menunda kesenangan saat ini untuk masa depan yang sukses. Kalo mereka bisa, pasti kita juga bisa guys, yang penting tetap berusaha dan selalu doa/ibadah. Semoga kita semua sukses!

————————————————————————————————————————————————Source : “What Steve Jobs, Elon Musk, and 10 Others Highly Successful People were Doing at 25” a Business Insider article by Rachell Gillett & Wikipedia

Image credits : Mike Nudelman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s