Mau Belajar 3D? Yuk Nyoba Software CG Gratisan!

Belakangan ini sepertinya para pengembang software lagi ramai-ramainya membuat software versi non-commercial yang free. Beberapa nama besar seperti Renderman Pixar, 3ds Max dan Nuke ikut meramaikan free non commercial software.

Oke kita tidak akan berdebat software mana yang paling terbaik. Semua kembali kepada kebiasaan dan kenyamanan masing-masing. Bagi saya, ini sesuatu yang menarik, karena akan semakin memudahkan para pemula yang ingin belajar 3D namun belum mampu secara finansial untuk membeli software. Selain developer-developer besar yang mengeluarkan edisi free non-commercial, ada pula beberapa nama yang memang benar-benar free, baik untuk tujuan non komersial maupun komersial, individu maupun korporat. Baiklah, akan kita coba kupas secara singkat masing-masing software gratisan ini.

Renderman Pixar, yakni merupakan sebuah software untuk merender gambar yang dikembangkan oleh Pixar. Renderman Pixar ini digunakan pada seluruh film-film Pixar, dengan menggunakan software animasi bernama Marionette. Software Marionette ini hanya Pixar yang menggunakan (di-develop oleh Pixar sendiri) dan tidak dijual untuk pihak lain. Pada perkembangan selanjutnya, Pixar membuat versi free non commercial license untuk Maya, Houdini, Cinema 4D, dan Katana. Pada perkembangannya nanti kemungkinan ada versi untuk Blender, Lightwave, 3ds Max, dan Modo. (courtesy image from http://nofilmschool.com)

 

3ds Max, rasanya hampir semua orang yang berkecimpung di dunia animasi pasti tahu software ini. Bebwork in progresserapa mengatakan bahwa software ini jauh lebih baik digunakan untuk games production ketimbang untuk animasi. Ada 2 tipe free non commercial yang ditawarkan yakni free student license dan perpetual student license. Apa bedanya? Free student license, cuma berlaku 3 tahun untuk keperluan edukasi, sementara untuk perpetual free student license berbayar, namun berlaku selamanya dan bebas watermark pada hasil rendernya. 3ds Max pun sangat friendly terhadap berbagai macam plugins. Tersedia banyak ragam plugins mulai dari animasi, modeling tools, vfx, sampai render engine.

 

Nuke, software compositing digital berbasis node. Nuke mengeluarkan software nuke logoversi gratisannya dengan beberapa limit, yakni : resolusi output terbatas hanya format HD, tidak mensupport format 2D, penyimpanan data yang terenkripsi, script Python terbatas, beberapa jenis node tidak bisa digunakan, tidak support output monitor, tidak mendukung plugin, dan tidak bisa menggunakan command line rendering. (Nuke logo copyright of The Foundry)

 

Krita, sebuah software yang didedikasikan untuk kebutuhan digital painting, seperti layaknya Autodesk Sketchbook Pro. Untuk yang free, namanya Krita Desktop, sedangkan untuk yang berbayar ada Krita Studio dan Krita Gemini. Krita sendiri lebih memfokuskan softwarenya untuk kebutuhan concept art, komik dan pembuatan texture untuk kebutuhan animasi.tepee-lenfantetlerocher-tepeeconcept
(Image courtesy of Tristan Paulais)

 

Blender, software ini tersedia gratisan dalam format full license, yang bisa digunakan untuk keperluan komersial maupun non-komersial. 12_examples_facialshapes_wireframes2Pengalaman saya memakai Blender pada awalnya terasa sangat susah (saya waktu itu lebih familiar dengan 3ds Max), namun ketika saya sudah cukup menguasai tools modeling Blender, dan balik lagi ke 3ds Max rasanya malah jadi kesulitan dan kurang nyaman. Menurut saya pribadi, terasa lebih cepat menggunakan Blender. Dari segi kenyamanan dan kecepatan saya merasa lebih sreg dengan Blender. Hasil render dengan menggunakan Cycles sebagai render engine-nya pun terasa realistik, mirip-mirip seperti vRay. Tapi saat ini Blender masih belum menjadi software standar industri seperti halnya Maya dan 3ds Max. Mudah-mudahan ke depannya para profesional yang menggunakan Blender semakin banyak. (Image courtesy of Blender Foundation)

 

Silakan dipilih mana yang paling sesuai dengan kebutuhan anda. Pada dasarnya software hanyalah tools, yang paling penting adalah, penguasaan anda terhadap basic ilmu bidang itu sendiri (misal skill animasi, ilmu anatomi, atau pengetahuan tentang sifat material, dll.) plus art sense yang baik. Jangan lupa terus mengasah skill anda.

Selamat mencoba ! 🙂

 

a CG enthusiast, find me at @bomamorello

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s